Solusi Bapak Presiden Untuk TKI - Terkait dengan penyiksaan terhadap TKI yang kini semakin merajalela sekarang ada Solusi Bapak Presiden untuk TKI tersebut. Karena penyiksaan yang terjadi terhadap TKI sudah sangat kelewat batas, seprti Kikim Komalasari yang tewas dalam kondosi mengenaskan serta Sumiati yang menderita cacat akibat penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya. Kedua nama TKI tersebut adalah Tenaga Kerja Wanita yang merupakan Pahlawan Devisa Negara Di Saudi Arabia.
Terkait hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah segera mengambil langkah cepat dan adil untuk menyelesaikan insiden tersebut. Keadilan harus ditegakkan. Upaya tak berhenti sampai di situ, pemerintah juga sedang mencari inti permasalahan dan mencari langkah efektif agar masalah serupa tak terjadi di masa depan. Yudhoyono mengatakan akan meningkatkan koordinasi, baik pusat, daerah, juga para agen, dan pihak asing.
"Yang saya anggap mendasar, seringnya terlambat kita mengetahui kalau TKI mengalami masalah serius. Terkesan ada ketertutupan sehingga sulit dapat informasi," kata SBY dalam rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat 19 November 2010.
Ke depan, tambah Presiden, jika TKI mengalami masalah di luar negeri diharapkan segera memberi tahu.
"Dirumuskan kepada siapa masalah disampaikan. Apakah konjen, dubes. Ada nomor telepon yang disiapkan," kata SBY.
"Kita akan bekali alat komunikasi agar bisa berkomunikasi dengan instan. Sedang dirumuskan."
Ditegaskan SBY, pemerintah akan melakukan evaluasi keberadaan TKI di negara tertentu di mana tidak ada nota kesepakatan. "Termasuk kontrak-kontrak pekerja dengan siapa yang menerima, entah perusahaan, rumah tangga, di manapun berada". Indonesia ingin ada kejujuran, kerjasama yang kooperatif dan saling menguntungkan terkait masalah TKI. "Manakala ada negara tidak transparan, kita akan menjalankan langkah-langkah diplomasi all out. negara ingin melindungi mereka."
Sumiati mengalami penyiksaan sadis yang diduga dilakukan majikannya. Bibir atas perempuan 23 tahun itu hilang, tubuhnya mengalami luka bakar di beberapa titik. Kedua kaki perempuan malang ini juga nyaris lumpuh, kulit tubuh dan kepalanya terkelupas, jari tengah retak, alis matanya juga rusak. Sementara, Kikim dibunuh oleh majikannya dengan secara sadis. Jenazah Keken ditemukan tiga hari sebelum Idul Adha di sebuah tong sampah umum.
Terkait hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah segera mengambil langkah cepat dan adil untuk menyelesaikan insiden tersebut. Keadilan harus ditegakkan. Upaya tak berhenti sampai di situ, pemerintah juga sedang mencari inti permasalahan dan mencari langkah efektif agar masalah serupa tak terjadi di masa depan. Yudhoyono mengatakan akan meningkatkan koordinasi, baik pusat, daerah, juga para agen, dan pihak asing.
"Yang saya anggap mendasar, seringnya terlambat kita mengetahui kalau TKI mengalami masalah serius. Terkesan ada ketertutupan sehingga sulit dapat informasi," kata SBY dalam rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat 19 November 2010.
Ke depan, tambah Presiden, jika TKI mengalami masalah di luar negeri diharapkan segera memberi tahu.
"Dirumuskan kepada siapa masalah disampaikan. Apakah konjen, dubes. Ada nomor telepon yang disiapkan," kata SBY.
"Kita akan bekali alat komunikasi agar bisa berkomunikasi dengan instan. Sedang dirumuskan."
Ditegaskan SBY, pemerintah akan melakukan evaluasi keberadaan TKI di negara tertentu di mana tidak ada nota kesepakatan. "Termasuk kontrak-kontrak pekerja dengan siapa yang menerima, entah perusahaan, rumah tangga, di manapun berada". Indonesia ingin ada kejujuran, kerjasama yang kooperatif dan saling menguntungkan terkait masalah TKI. "Manakala ada negara tidak transparan, kita akan menjalankan langkah-langkah diplomasi all out. negara ingin melindungi mereka."
Sumiati mengalami penyiksaan sadis yang diduga dilakukan majikannya. Bibir atas perempuan 23 tahun itu hilang, tubuhnya mengalami luka bakar di beberapa titik. Kedua kaki perempuan malang ini juga nyaris lumpuh, kulit tubuh dan kepalanya terkelupas, jari tengah retak, alis matanya juga rusak. Sementara, Kikim dibunuh oleh majikannya dengan secara sadis. Jenazah Keken ditemukan tiga hari sebelum Idul Adha di sebuah tong sampah umum.


0 comments:
Posting Komentar