Letusan Gunung Merapi Belum Usai

Written By Papareysa on Sabtu, 30 Oktober 2010 | 15.39

Letusan Gunung Merapi Belum Usai - Fenomena alam meletusnya gunung merapi meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Indonesia pada umumnya karena banyak korban yang meninggal akibat letusan tersebut, sebut saja mbah Maridjan ataupun wartawan Vivanews Yuniawan Nugroho. Dan hingga saat ini Letusan Gunung Merapi Belum Usai juga, Gunung Merapi yang meletus pada tanggal 26 dan 29 Oktober 2010 kemarin, menurut staf presiden bidang Bencana, Andi Arif, itu belum sampai pada puncak letusan.

Semalam pukul 00.00-03.00 WIB ada peningkatan seismik, arahnya ke barat dan sejak 03.00 WIB levelnya meningkat kembali menjadi awas level 4.

"Kemungkinan besar, menurut Pak Surono yang kemarin belum puncaknya. Menurut BPPTK masih ada kemungkinan lebih tinggi, dan sampai saat ini magmanya kan masih belum keluar semuanya." kata Andi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

Prediksi tersebut disinyalir kuat akan terjadi, ia meyakini kalau ahli-ahli untuk memantau Gunung Merapi semuanya hebat. "Secara teoritis menurut para ahli begitu," terangnya.

Pemantauaan aktivitas Gunung merapi terus dilakukan untuk mendeteksi kapan terjadinya letusan Gunung Merapi yang lebih besar.

"Hal itu marathon kita lakukan. Bisa saja akumulasi kubahnya lama," ujarnya.

Sehingga sampai saat ini Letusan Gunung Merapi belum usai, dan pagi tadi, sabtu tanggal 30 Oktober 2010, Gunung Merapi kembali meletus, kali ini teramat dahsyat. Warga di lereng gunung dikejutkan oleh suara ledakan di puncak Merapi yang memekakkan telinga. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, menggambarkan situasi tadi malam dengan dua kata: seram dan panik.

"Tinggi asap 3,5 kilometer, warna hitam. Masyarakat panik karena Merapi tak pernah bikin petasan sebesar itu," kata Surono.

Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi, Surono menjelaskan, telah terjadi letusan berupa awan panas besar berdurasi maksimum 22 menit. "Berdasarkan hasil pemantauan instrumental, dan visual, sampai dengan pukul 03:00 WIB menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi," kata Surono.

Ditambahkan dia, sampai saat ini, status aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada tingkat 'awas' (level 4).

Berikut kronologinya:

29 Oktober 2010
  • Pukul 19:23, 20:20, 21:40 WIB terjadi awan panas kecil-sedang arah ke Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Krasak.

30 Oktober 2010
  • Pukul 00:16 WIB terjadi awan panas besar dengan durasi 7 menit ke arah K. Lamat, K. Senowo, K. Krasak.
  • Pukul 00:35 WIB terjadi awanpanas besar dengan durasi 22 menit ke arah K. Gendol, K. Kuning, K. Krasak, K. Boyong.
  • Pukul 00:50 WIB terjadi ledakan di puncak. Bola api dan letusan vertikal mencapai radius 2 km, tampak dari Pos Selo, Jrakah, Ngepos, dan Kaliurang. Ketinggian asap mencapai 3,5 km. Getaran letusan dapat dirasakan oleh penduduk yang berada dalam radius 12 km (Desa Srumbung di Barat Daya Gunung Merapi).
  • Hujan pasir mencapai radius 10 km hingga Desa Hargobinangun, sedangkan hujan abu dilaporkan terjadi di Desa Krasak Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana meminta agar daerah rawan bencana III, khususnya di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam jarak radius 10 kilometer, dikosongkan karena memang Letusan Gunung Merapi belum usai. Penduduk Sleman, Yogyakarta, serta Magelang dan Klaten di Jawa Tengah yang tinggal dekat dengan Merapi diminta mengungsi di daerah-daerah aman.

"Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas Gunung Merapi," Surono mengimbau. "Tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi."
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Berita Indonesia Terbaru 2013 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger